Ini Dia 5 Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan Pada Anak yang Paling Benar


Umumnya keracunan makanan terjadi akibat adanya zat atau racun berbahaya yang tercampur kedalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi. Sumber racun tersebut juga sangat beragam mulai dari jajan sembarangan, konsumsi makanan tidak sehat atau kurang terjaga kebersihannya serta daya tahan tubuh yang sedang lemah sehingga tidak mampu melawan racun yang masuk ke dalam tubuh. Gejala umum pada anak yang sedang keracunan adalah seperti mual, muntah dan disertai sakit perut kemudian berujung pada penyakit diare. Pada beberapa kasus keracunan, terkadang juga akan ditambah gejala lain seperti demam dan produksi keringat berlebih.

Sebenarnya Keracunan termasuk kategori penyakit ringan yang tidak membutuhkan penanganan khusus, kecuali jika penderitanya mengalami susah bernafas dan muntah tanpa jeda, maka harus segera mendapat penanganan dari dokter. Akan tetapi, pada kasus keracunan ringan, para penderita keracunan akibat konsumsi makanan tertentu ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Akan tetapi, Anda dapat melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penyembuhan, antara lain:

  1. Pastikan si kecil memiliki waktu istirahat yang cukup agar organ pencernaan yang terkena racun maupun fisiknya tidak terlalu lelah karena jika dipaksakan tetap beraktivitas atau terus menerus bermain, justru dapat memperlambat proses pemulihan.
  2. Perbanyak konsumsi cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi akibat tubuh yang membutuhkan lebih banyak cairan. Akan tetapi, hindari semua jenis minuman yang terbuat dari bahan utama susu atau yang di dalamnya terdapat kandungan kafein.
  3. Sebaiknya jangan langsung memberikan cairan ke tubuh dengan cara bertubi-tubi, karena selain organ pencernaan akan kaget, tubuh tidak bisa memproses dengan baik masuknya cairan berlebih dalam waktu bersamaan. Akan lebih baik jika sedikit tetapi dengan frekuensi lebih sering.
  4. Jika keracunan makanan tersebut disertai dengan diare, maka hindari semua jenis makanan padat selama diare belum sembuh karena akan menjadi beban organ pencernaan yang terpaksa harus bekerja mencerna lebih keras.
  5. Kemudian cara terakhir yang bisa Anda coba adalah dengan meminum air kelapa muda. Cairan dari buah kelapa dipercaya dapat menetralisir racun didalam tubuh dengan cepat.

Pada saat membawa si kecil untuk periksa, biasanya dokter akan menanyakan makanan yang terakhir kali dikonsumsi, gejala yang ditunjukan dan kapan dimulainya tanda keracunan tersebut. Anda sebaiknya juga tidak memberikan obat diare kecuali telah mendapatkan resep dari dokter, karena jika sampai salah obat atau dosis tidak tepat, justru dapat membuat gejala keracunan bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Sebenarnya ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan sebagai langkah pencegahan agar si kecil maupun anggota keluarga terhindar dari keracunan, seperti membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan maupun setelah menyentuh berbagai benda asing. Hal ini untuk mengantisipasi jika secara mendadak Anda mengkonsumsi makanan, maka kondisi tangan sudah bersih, aman dari segala jenis bakteri dan kotoran yang mungkin menempel.

Demikian ulasan mengenai 5 pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan saat salah satu anggota keluarga ada yang mengalami gejala keracunan akibat konsumsi jenis makanan atau minuman tertentu. Selain menjaga kebersihan diri dari segala jenis benda dan lingkungan tempat tinggal, Anda juga perlu mengetahui cara mengolah bahan makanan tertentu yang terkadang berbeda dan memang memiliki cara khusus, karena jika salah dalam mengolah makanan juga dapat menjadi penyebab utama keracunan makanan.

0 Komentar